Uncategorized

Milenial Bersimpati atas Keteguhan dan Kesabaran Aparat Selama Larangan Mudik

Keteguhan, keuletan dan kesabaran aparat penegak larangan mudik Lebaran tahun ini memicu rasa simpati kalangan milenial. Aparat penegak larangan mudik Lebaran 2021, yang terdiri dari personel Polri, TNI, Kemenhub, Dishub dan Satpol PP setiap daerah diakui sukses membatasi jumlah pemudik dengan cara yang humanis dan penuh sopan santun. “Bayangkan, betapa sulitnya tantangan yang dihadapi aparat di lapangan,” ungkap Koordinator Nasional Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam. MMB adalah organisasi kalangan milenial yang pertama kali menyatakan simpati terhadap cara kerja dan keberhasilan aparat pelaksana Larangan Mudik Lebaran 2021.

Menurut Khairul, di lapangan para petugas berhadapan langsung dengan para pemudik yang secara psikologis sudah dibelenggu rasa rindu untuk pulang kampung dan bertemu sanak keluarga mereka. Ditambah rasa penat selama perjalanan, serta kekecewaan manusiawi manakala mereka diminta putar balik kembali ke awal perjalanan, wajar bila tak jarang para pemudik marah dan kecewa. “Saya sempat ikut berada di titik penyekatan, dan bukan satu dua pemudik yang marah karena mereka diminta putar balik. Ada yang hanya ngedumel, namun banyak juga yang marah marah, membentak petugas dan menghina mereka,” kata Khairul.

Dia mengatakan, selama berada di titik penyekatan tersebut, beberapa pemudik bahkan mencoba melawan dan memaksa hendak menerobos portal penyekatan. Untunglah hal tersebut bisa diatasi petugas. “Yang membuat saya kagum, para aparat yang melaksanakan tugas tersebut rata rata tenang, kalem, bahkan manakala mereka dihina dan dipertanyakan pangkatnya. Saya tak bisa membayangkan andai saja ada di antara petugas tersebut yang terpancing emosi dan melayani keisengan para pemudik dari jenis mbalelo tersebut,” tuturnya. Untuk itu Khairul menyatakan salut kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Istiono yang jauh jauh hari mengatakan bahwa Operasi Ketupat 2021 mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Hal tersebut disampaikan Irjen Istiono saat gelar pasukan Operasi Ketupat 2021 yang digelar di Polda Metro Jaya, Rabu (5/5) lalu.

“Saat itu Kakorlantas, dengan perintah tegas Kapolri, menyatakan dan mewanti wanti aparat Polri bahwa Operasi Ketupat 2021 adalah operasi kemanusiaan yang mengedepankan tindakan persuasif dan humanis, dan merupakan amanah Kapolri," ujar Khairul, mengulang apa yang ditegaskan Kakorlantas. Hal lain yang tidak lepas dari pengamatan Koordinator MMB itu adalah kesiapan Polri untuk memberikan tes Swab Antigen secara gratis kepada para pengguna jalan di beberapa titik perjalanan. “Itu artinya Polri benar benar memastikan adanya persiapan yang matang untuk memastikan pencegahan penyebaran virus corona di masyarakat, sekaligus dengan membantu masyarakat,” kata Khairul.

Khairul menyatakan, pada intinya ada dua hal yang membuat Milenial Muslim Bersatu merasa harus menyatakan simpati dan penghargaan terhadap para petugas Larangan Mudik Lebaran 2021. Pertama, MMB melihat bahwa dalam melakukan tugasnya para petugas tetap kukuh memegang cara cara humanis sebagaimana ditetapkan para pimpinan di institusi mereka masing masing. Padahal, kata Khairul, suasana lapangan yang memungkinkan timbulnya emosi yang tinggi sangat membuka peluang terjadinya huru hara yang tidak dikehendaki. “Apalagi dari sisi pemudik yang kecewa karena diminta putar balik pun banyak yang iseng meledek petugas, yang bisa saja memantik persoalan yang lebih serius,” tutur Khairul.

Sementara yang kedua, sukar untuk dinafikan bahwa hanya dengan kerja keras dan disiplin tinggi dari petugas yang bersiaga penuh selama 24 jam, maka Larangan Mudik Lebaran 2021 tersebut bisa berjalan sukses. “Tidak bisa diingkari, Larangan Mudik Lebaran 2021 telah berjalan sukses. Bagaimana tidak, bila dari prediksi potensial jumlah pemudik yang tahun ini diperkirakan akan berjumlah 18,6 juta orang, yang berhasil mudik hanya sekitar 1,5 juta orang. Artinya, koordinasi para aparat terkait sudah bisa menekan sekitar 92 persen potensi para pemudik untuk pulang ke kampung halaman masing masing,” papar Khairul. Yang tidak boleh dilupakan, kata Khairul, sukses tersebut tetap diraih para petugas yang dimotori Polri, tanpa melupakan sisi sisi humanis yang terbukti bisa meredam kemungkinan terjadinya huru hara di lapangan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, survei Kementerian Perhubungan menyatakan potensi pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 18,6 juta orang; tumbuh sekitar 2,44 persen dari mudik Lebaran tahun lalu. Angka tersebut tentu saja menjadi tantangan berat bagi para petugas di lapangan. Ada pun keberhasilan operasi penyekatan dalam rangka Larangan Mudik Lebaran 2021 sebelumnya telah dinyatakan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen (Pol) Istiono. Menurut Istiono, berdasarkan evaluasi jajarannya, volume kendaraan mudik menurun drastis dari hari hari normal. Sabtu (15/5) lalu, atau dua hari setelah Lebaran, Istiono menyampaikan bahwa volume arus mudik menuju Jawa turun lebih kurang 74 persen, yang menuju Jawa Barat turun 100 persen, dan menuju Merak turun 45 persen. Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono menyatakan, selama Operasi Ketupat 2021 dimulai hingga 17 Mei ini Polisi yang didukung TNI, Kemenhub, Satpol PP telah memutarbalikkan 480.774 kendaraan yang terindikasi melakukan perjalanan mudik. Selain itu, polisi juga langsung menindak 835 kendaraan travel gelap yang mengangkut penumpang.

“Disamping itu dalam Operasi Ketupat 2021 petugas telah membagikan 58.242 masker serta melakukan random swab antigen kepada 31.421 orang," jelasnya Istiono juga mengatakan, berdasarkan data terakhir yang diterima dari Kementerian Perhubungan, hanya 1,5 juta orang yang tetap memaksakan diri keluar wilayah Jabodetabek. Karena itu Istiono berpendapat, sosialisasi peniadaan mudik saat operasi keselamatan pada 24 April 5 Mei berjalan dengan sangat efektif. Berkenaan dengan hal itu, Khairul tak lupa menyatakan salut dan penghargaan kepada jajaran Korlantas Polri.

“Selain ini menunjukkan kesadaran masyarakat sudah bagus, langkah langkah tindakan Polri untuk melakukan pencegahan, baik melalui sosialisasi maupun langkah penyekatan di lapangan, terbukti sangat efektif,” kata Khairul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.